02 November 2009

INDUSTRI SOFTWARE

Cuplikan reportase di atas sangatlah menarik untuk disimak karena dapat menjadi gambaran kenyataan akan dampak kenaikan harga BBM yang mengakibatkan kenaikan biaya operasional di berbagai sekotor salah satunya di sektor bisnis. Tetapi yang tak kalah menariknya adalah semangat dan kebijakan “efisiensi” yang diambil oleh para pelaku bisnis, contohnya di atas adalah Cisco System corp. yang merupakan vendor perangkat jaringan terbesar di dunia, dalam memangkas biaya operasional dan transportasi para pegawainya. Efisiensi yang dilakukan didukung dengan pemanfaatan teknologi komputer dan komunikasi yang memungkinkan para pegawainya melakukan dan menylesaikan pekerjaan kantor dari tempat di mana dia berada. Kehadiran di kantor menjadi bukan kewajiban lagi. Ini merupakan fenomena yang menarik. Sebenarnya fenomena ini telah dipikirkan oleh para pakar dan peneliti di bidang IT beberapa tahun yang lalu, sehingga mereka mengembangkan teknologi-teknologi baru seputar bidang networking dan remote access. Saat ini berubah, karena biaya transportasi demikian melambung, maka teknologi tersebut menjadi sangat dibutuhkan dan manfaatnya sangat dirasakan.



Bagaimana dengan bidang pendidikan ?. Seharusnya tidak berbeda. Biaya transportasi di samping biaya-biaya operasional lain yang harus ditanggung para mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan akan semakin berat. Biaya transportasi dari tempat tinggal ke tempat perkuliahan, ke tempat praktikum/lab, menemui dosen pengajar, mengikuti seminar, dll akan menjadi kendala yang sangat serius bagi para mahasiswa saat ini. Terlebih apabila tempat-tempat pembelajaran berada di lokasi yang relatif jauh atau mungkin di kota lain.


Untuk itu salah satu solusi yang harus semakin dimanfaatkan secara optimal adalah
“E-Learning”. Implementasi e-learning untuk beberapa model perkuliahan akan mampu memangkas biaya overhead pembelajar khususnya komponen biaya transportasi dan biaya akomodasi. Dengan e-learning, materi perkuliahan dapat didistribusikan baik secara on-line menggunakan koneksi jaringan maupun off-line menggunakan movable-media. Konsultasi, test/ujian dapat dilaksanakan/diikuti secara on-line dari tempat tinggal atau tempat terdekat dengan bantukan komunikasi jaringan internet /intranet. Bagi penyelenggara pendidikanpun banyak efisiensi dapat diperoleh dengan menggabungkan pola pembelajaran konvensional dan e-learning.


Dengan kenyataan seperti di atas maka rasanya saat ini tidak ada alasan lagi untuk menunda implementasi e-learning di bidang pendidikan khususnya di perguruan tinggi, apalagi menganggap teknologi tersebut sebagai sesuatu yang tidak perlu dan mengada-ada.

01 November 2009

Indonesia, sebuah negara dengan keberagaman yang berlimpah, seharusnya membasiskan kekuatan dan daya jual negara melalui berbagai keragaman tersebut. Tiap daerah memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing, kekuatan kesatuan akan berletak pada kebutuhan suatu daerah akan keunggulan daerah lainnya dan sebaliknya. Dengan demikian akan terbentuk ikatan kerjasama, mungkin dalam bentuk perdagangan, antar wilayah yang bersangkutan. Yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana cara untuk memulainya? Setelah tertanam suasana kesamaan melalui sistem sentralisasi yang kuat dalam waktu yang lama, perlu ditanamkan kembali keunikan tiap wilayah sebagai senjata kemandirian wilayah yang bersangkutan. Kemudian dalam perkembangannya, nilai keunikan inilah yang menjadi daya tarik dari pihak luar untuk menginvestasikan miliknya dalam membantu pemerintah dan/atau masyarakat daerah untuk melakukan pengembangan di daerahnya dengan berbasis kesukuan dan kedaerahan.





Latar Belakang

Memulai pembahasan dengan sebuah cerita mengenai jaman keemasan Kerajaan Majapahit, yang berhasil mempersatukan berbagai wilayah dalam sebuah nama Nusantara. Masing-masing wilayah berada di bawah bendera Nusantara tidak dengan perang, melainkan dengan mengirimkan upeti kepada majapahit, kemudian mereka dijamin keamanannya oleh Majapahit. Sebuah hubungan timbal balik. Lalu bagaimana dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di suatu wilayah tersebut? Mereka mengurus kehidupannya sendiri [1]. Majapahit tidak ikut campur dalam kepengurusan kepemimpinan dan kemasyarakatan di dalam wilayah tersebut, dengan kata lain sistem otonomi telah dipergunakan dengan baik oleh pemerintah kerajaan Majapahit dalam memperlakukan kerajaan-kerajaan atau wilayah-wilayah di bawah kekuasaannya.

Kerajaan Majapahit menjamin keamanan tiap-tiap wilayah untuk mengurus kehidupannya tanpa gangguan dan juga memudahkan akses perdagangan. Rute perdagangan pada awalnya merupakan rute yang berbahaya, hanya dengan mengakui Majapahit sebagai penguasa (mengirimkan upeti sebagai tanda pengakuan), rute perdagangan menjadi rute yang aman dan hasilnya adalah tiap wilayah dapat mengembangkan dirinya masing-masing tanpa adanya gangguan.

30 Juli 2009

hahehahoh

sekedarnya saja lah ya..

Bagaimanapun juga, sidang pengadilan para

Templar berakhir dengan tumpasnya ordo tersebut. Tetapi, walaupun sudah dibubarkan “secara resmi”, ia tidak benar-benar musnah. Selama penangkapan tiba-tiba pada tahun 1307, beberapa Templar lolos, dan berhasil menutupi jejak mereka.





Menurut tesis yang berdasarkan pada berbagai dokumen sejarah, sejumlah besar mereka berlindung di satu-satunya kerajaan di Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat


belas, yaitu Skotlandia. Di sana, mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia,Robert the Bruce. Tak lama kemudian, mereka menemukan penyamaran yang tepat untuk melanjutkan gerakan rahasia mereka: mereka menyusup ke dalam gilda (serikat sekerja) terpenting di Kepulauan Inggris abad pertengahan — loge (pemondokan) para tukang batu, dan segera, mereka menguasai loge-loge ini sepenuhnya.

Loge para tukang batu berganti nama pada awal era modern, dengan “Loge masonik”. Ritus Skot merupakan cabang Masonry tertua, dan berasal mula di awal abad keempat belas, dari para Templar yang berlindung di kotlandia. Dan, nama-nama yang diberikan kepada tingkat tertinggi dalam Ritus Skot adalah gelar-gelar yang diberikan kepada para ksatria dalam ordo Templar berabad-abad sebelumnya.

Pendeknya, para Templar tidak tertumpas, sebaliknya filsafat serta berbagai kepercayaan dan upacara mereka tetap berlangsung di balik samaran Freemasonry. Tesis ini didukung oleh banyak bukti sejarah, dan diterima saat ini oleh banyak ahli sejarah Barat, baik mereka anggota Freemasonry ataupun tidak. Dalam buku kami, Ordo Masonik Baru, bukti ini dikaji secara terperinci.

26 Juli 2009

apa tuh?

Pada pagi hari tanggal 21 Januari 1793, Raja Perancis Louis XVI digiring ke Place de la Concord di Paris untuk dieksekusi. Disaksikan oleh massa yang mengerumuni, dia menghadapi kematian oleh pisau guillotine. Tepat pada 10:15, pisau tersebut menghempas, memisahkan kepala sang raja dari tubuhnya. Kemudian, hal yang mengejutkan terjadi. Seorang pria melompat ke tempat eksekusi dan mencucukkan jarinya ke darah sang raja dan berteriak: JACQUES DE MOLAY, DENDAMMU TERBALASKAN!
Siapa tidak kenal Jacques de Molay, mahaguru terakhir Templar yang dibakar hingga mati atas tuduhan bid'ah pada tahun 1314.

Pada jaman modern, ksatria templar masih menjadi figur yang penting bagi masyarakat eropa. Mereka terlihat sebagai pahlawan yang menjaga tanah suci selama perang salib, penjaga gereja suci yang berperang mendampingi Richard the Lionheart. Sejarawan melihat Templar sebagai organisasi militer yang efisien dan turut berkontribusi pada sistem kapitalisme modern.

Selain itu, orde ini juga terselubungi oleh mistis yang membuatnya semakin misterius.

Orde Satria Miskin Kuil Saolomon

http://www.everingham.com/family/images/templars.gifThe Order of Poor Knights of the Temple of Solomon atau lebih dikenal sebagai Order of the Temple atau The Knights Templar, dibentuk oleh bangsawan Perancis bernama Hugues de Payen pada sekitar tahun 1119 di Yerusalem. Kota suci tersebut telah berada di tangan kristen sejak dua puluh tahun sebelumnya. Yerusalem merupakan pusat utama peziarah Eropa. Namun, mereka tidak menyadari adanya marabahaya sepanjang perjalanan ke tempat suci. Banyak gerombolan perampok siap menyerang mereka, kadang bandit tersebut adalah gerombolan Saracen, kadang pula gerombolan Crusader yang mangkir. Untuk menghadapi ancaman tersebut, Hugues the Payen membentuk kelompok sembilan ksatria untuk melindungi peziarah.

Hugues dan rekan-rekannya sebenarnya tidak seperti yang orang-orang imajinasikan. Mereka tidak memiliki uang, pakaian yang mereka pakai merupakan pakaian pemberian, dan kesulitan untuk merekrut anggota baru serta memperoleh perlengkapan pada tahun-tahun pertama kemunculannya. Kemudian pada tahun 1129, saat Council of Troyes, Templar telah dikenal sebgai pahlawan kristen Eropa, dan antara tahun 1139 dan 1145, Paus memberikan hak otoritas kepada Templar yang menjadikannya memiliki kekuatan besar.

Untuk mendalami mengapa dan bagaimana Templar menjadi kekuatan yang besar pada waktu yang begitu cepat, kita perlu melihatnya dari awal, dari Yerusalem dimana mereka memperoleh konsepsinya, dan dari konsepsi tersebut yang mengarah kepada Temple of Solomon (Bait Allah Salomo).

entah apa lah

gimana kalau saya coba posting di sini..

PENJELASAN TENTANG UU NO. 26 TAHUN 2007

TENTANG PENATAAN RUANG

(Oleh : Ir. Sri Apriatini Soekardi, MM - Direktur Penataan Ruang Wilayah II)

I. ISU STRATEGIS PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG

  1. Bencana alam yang terus melanda merupakan akibat dari pemanfaatan ruang yang tidak memperhatikan kaidah pembangunan berkelanjutan.
  2. Ancaman krisis pangan dunia harus diantisipasi dengan pengaturan pemanfaatan ruang untuk pengamanan produksi pangan nasional.
  3. Krisis energi nasional mencerminkan tidak optimalnya pemanfaatan sumber daya energi nasional, baik sumber daya tak terbarukan maupun sumber daya terbarukan.
  4. Sumber daya kelautan belum dimanfaatkan secara optimal àpembangunan masih berorientasi ke wilayah daratan.
  5. Rendahnya kinerja infrastruktur wilayah menurunkan minat investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian nasional.
  6. Otonomi daerah memerlukan penguatan kapasitas penyelenggara pembangunan di daerah, termasuk dalam penyelenggaraan penataan ruang.
  7. Penguatan kapasitas penyelenggaraan penataan ruang masih terkendala oleh:

a. Pemahaman terhadap substansi UU No. 26/2007 belum setara à tidak hanya di daerah, tetapi juga di antara instansi pemerintah pusat.

b. Peraturan pelaksanaan yang diamanatkan UU No. 26/2007 belum lengkap tersedia à PP No. 26/2008 tentang RTRWN & peraturan pelaksanaan UU 24/1992 yang masih relevan

c. Ego sektor dalam pelaksanaan pembangunan belum sepenuhnya hilang à resistensi terhadap pendekatan penataan ruang.